...

Kolaborasi Rumah Sakit Pendidikan dengan Institusi

by user

on
Category:

aids and hiv

57

views

Report

Comments

Transcript

Kolaborasi Rumah Sakit Pendidikan dengan Institusi
Interkolaborasi Rumah Sakit
Pendidikan dengan Institusi
Pendidikan Tenaga Kesehatan
Muktamar MUKISI III
27 – 29 Mei 2011 Jakarta
Teaching Hospital
Rumah sakit yang berhubungan erat dengan Pendidikan Kedokteran dan
berfungsi dalam pendidikan praktek untuk mahasiswa kedokteran,
“intership” dan residen atau peserta pendidikan spesialis.
Pedoman klasifikasi dan St RSP, Hutchkinson & Wilkipedia Encyclopedia
A hospital closely associated with a medical school and serving as a practical
educational site for medical students, interns, and residents .
American Heritage Dictionary
Teaching hospital one that conducts formal educational programs or courses
of instruction that lead to granting of recognized certificates, diplomas, or
degrees, or that are required for professional certification or licensure.
Free fairflex dictionary
A hospital where the student who are learning to be a doctor are training
Maxmillan dictionary
RS Pendidikan di LN
Di Kanada, hampir 97% rumah sakit adalah rumah
sakit pendidikan. Ini terjadi karena para pasien
juga mulai menuntut agar rumah sakit
mempunyai martabat akademis.
Di Singapore, hampir semua rumah sakit yang
besar menjadi rumah sakit pendidikan
kedokteran. Tan Tock Seng Hospital bangga
menjadi rumah sakit pendidikan National
University of Singapore
RS Pendidikan di Indonesia
•
MELALUI SK MENTERI KESEHATAN TELAH DITETAPKAN
•
34 RS SEBAGAI RS PENDIDIKAN ( 28 RSU, 5 RS KHUSUS, 1 RS
SWASTA , th 2007 )
•
TERDAPAT 52 INSTITUSI KEDOKTERAN DI INDONESIA
•
ADA KECENDERUNGAN AKAN BERTAMBAH KARENA PERMINTAAN
PEMBUKAAN FK BARU ( MENINGKAT MENJADI 71 PADA TAHUN
2011)
•
JUMLAH FK LEBIH BANYAK DARI PADA RS. PENDIDIKAN
•
BAHKAN ADA FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) TIDAK MEMILIKI RS
PENDIDIKAN UTAMA
Distribusi FK
3
5
2
1
1
2
1
1
1
1
1
1
2
1
1
2
1
3
1
10
5
7
3
7
1
2
2
1
1
UNDANG-UNDANG NO 44
tentang
RUMAH SAKIT
PASAL 22
(1) RS dapat ditetapkan menjadi RS Pendidikan
setelah memenuhi persyaratan dan standar RS
Pendidikan
(2) RS pendidikan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) ditetapkan oleh Menteri Kesehatan
setelah berkoordinasi dengan Menteri yang
membidangi urusan pendidikan
UNDANG-UNDANG NO 44
tentang
RUMAH SAKIT
Pasal 23
(1)RS Pendidikan sebagaimana dimaksud dalam
pasal 22 merupakan RS yang menyelenggarakan
pendidikan dan penelitian secara terpadu dalam
bidang profesi kedokteran, pendidikan kedokteran
berkelanjutan dan tenaga profesi lain
(2) Dalam penyelenggaraan RS pendidikan dapat di
bentuk jejaring RS pendidikan
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai RS pendidikan
diatur dengan Peraturan Pemerintah
BUKU PEDOMAN STANDAR RUMAH SAKIT
PENDIDIKAN
DIRJEN YANMED 2005
• KEPUTUSAN MEN-KES R.I
NOMOR 1069/MENKES/SK/XI/2008
TENTANG
PEDOMAN KLASIFIKASI DAN STANDAR RUMAH
SAKIT PENDIDIKAN
Pedoman klasifikasi dan
Standar RS Pendidikan
• Tujuan
1. meningkatkan mutu pelayanan
2. meningkatkan mutu pendidikan
3. meningkatkan penelitian dan pengembangan
IPTEKDOK di RS pendidikan
• Klasifikasi
1. Rumah Sakit Pendidikan Utama
2. Rumah sakit Pendidikan Satelit
3. Rumah Sakit Pendidikan Afiliasi
Rumah Sakit Pendidikan Utama
• RS yang digunakan sebagai wahana
pembelajaran klinik peserta didik untuk
memenuhi seluruh atau sebagian besar
modul pendidikan dalam rangka mencapai
Kompetensi berdasarkan Standar
Pendidikan Profesi Kedokteran
 Departemen/Bagian Klinik IPD sebagian besar harus
berada atau menyatu di SMF RSP
Rumah Sakit Pendidikan Afiliasi
Merupakan rumah sakit yang mempunyai
layanan unggulan yang menjadi pusat rujukan
pelayanan medik tertentu dan digunakan
sebagai wahana pembelajaran untuk memenuhi
modul pendidikan tertentu secara utuh
berdasarkan Standar Profesi Pendidikan
Kedokteran
Departemen /Bagian klinik IPD dapat berada di RSP
Afiliasi
Rumah sakit pendidikan satelit
• Merupakan jejaring dari rumah sakit pendidikan
utama dalam rangka memenuhi kebutuhan peserta
didik dalam bidang keilmuan tertentu untuk
memenuhi sebagian modul pendidikan ( melengkapi)
dalam rangka mencapai kompetensi berdasarkan
Standar Pendidikan Profesi Kedokteran
supervisi dan pembinaan staf medis rumah sakit
pendidikan satelit oleh Departemen/Bagian Institusi
Pendidikan Kedokteran di Rumah Sakit Pendidikan
Utama dan
• Terakreditasi 5 layanan kesehatan
Standar Pendidikan Dokter
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Visi, Misi dan tujuan
Program Pendidikan
Penilaian Hasil Belajar
Mahasiswa
Staf Akademik
Sumber Daya Pendidikan
Evaluasi Program Pendidikan
Penyelenggara Program dan Administrasi
Pendidikan
9. Pembaruan Berkesinambungan
STANDAR KOMPETENSI DOKTER
•
•
•
•
•
•
Area Kompetensi
Komponen Kompetensi
Penjabaran Kompetensi
Daftar Masalah
Daftar Penyakit
Daftar Ketrampilan Klinis
Standar Rumah Sakit Pendidikan
Standar I
Visi, Misi, Komitment dan Persyaratan
Standar II
Manajemen dan Administrasi
Standar III
Sumber Daya Manusia untuk Program
Pendidikan Klinik
Standar IV Penunjang Pendidikan
Standar V
Perancangan dan Pelaksanaan Program
Pendidikan Klinik yang Berkualitas
Standard 1 ( parameter )
RS kelas A atau B telah terakreditasi minimal 12 pelayanan
Terdapat visi, misi dan tujuan RS secara tertulis yang menunjang
tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran
Terdapat dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan
dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran, meliputi aspek
medikolegal, SDM, pemniayaan, sarana prasaran, dan manajemen
pendidikan
Kesepakatan bersama tersebut harus bersifat saling mengikat seluruh
proses pendidikan di RS tersebut
RS Pendidikan Utama minimal mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar
(Penyakit Dalam, Anak, Bedah, Kebidanan dan Kandungan) dan
11pelayanan spesialistik lainnya (antara lain : Radiologi, Anestesi,
Patalogi Klinik, Kulit Kelamin, THT, Mata, Neurologi, Psikiatri, Gigi
dan Mulut, Patalogi Anatomi dan Rehabilitasi Medik)
Standard 2
RS telah menjalankan fungsi pendidikan telah memiliki SK penetapan
Menkes sebagai RS Pendidikan
Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidkan
dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran. Badan ini akan mewakili
oleh suatu Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS
Ada uraian tugas, tanggung jawab, hak, wewenang dan masa tugas
Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan
melalui keputusan bersama antara Direktur RS Pendidikan Satelit,
Direktur RS Pendidikan Utama dan Pimpinan Institusi Pendidikan
Kedokteran
Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam
Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran
denagn RS Pendidikan yang bersangkutan
Standard 2
Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada
rasio dengan peserta didik maksimal 1:5 yang ditetapkan bersama
antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan
Kedokteran
Adanya peraturan bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi
Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan
pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya
termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat
(staf medis, staf non medis dan peserta didik)
Adanya kebijakan RS yang mengatur batasan kewenangan prosedur
medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik
Standard 2
Terdapat kebijakan,peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis tertulis
dr Dir RSP dan pimp IPD yang disepakati oleh semua unsur yang
terlibat dalam pendidikan
Terdapat kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan
Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan
perturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat
ddalam pendidikan
Kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis telah disosialisasikan
dengan baik kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan
klinik, dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam
melaksanakan tugas pelayanan, pendidikan dan penelitian
Kebijakan/ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis harus menjadi
acuan pokok bagi staf medis dalam melaksanaan tugas sehari-hari
Standard 2
Adanya jadwal pra pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk,
nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju, dan jumlah peserta
didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan
Kedokteran kepada RS sebelum mahasiswa masuk ke RS
ST.II PARAMETER 13
Terdapat sistem, alur pencatatan serta adanya palaporan nilai yang
tepat waktu
Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi
data base peserta didik (meliputi identitas, hasil belajar)
Adanya laporan kemajuan pendidikan setiap tahun (jumlah peserta
didik dan tingkat kelulusan, daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik
di tiap Bagian/Dept/SMF kepada RS dan Institusi Pendidikan
kedokteran
Standard 2
Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh
sekretariat bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan
Kedokteran yang meliputi biaya pendidikan langsung seperti biaya
SDM pendidikan, biaya bahan habis pakai, biaya admintrasi dan
biaya overhead operasional, serta biaya tidak langsung seperti
biaya pemeliharaan sarana daan prasarana
Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan
kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi
Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Bagian/Dept/SMF
untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi
Pendidikan Kedokteran
Terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS dan Institusi
Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Dept/SMF
mengenai pendanaan pendidikan kedokteran yang dituangkan
dalam dokumen rencana anggaran dan biaya kedokteran di RS
Standard 2
Terdapat laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang
dibuat oleh Kepala Bagian/Dept/SMF dan disahkan oleh Direktur
RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran
Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam
bulan sekali yang dilakukan oleh sekretariat Bersama berdasarkan
indikator tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan
Terdapat data umpan balik staf pengajar dan peserta, analis umpan
balik dan tindak lanjut
Standard 3
Terdapat tata cara rekruitmen dan kriteria kompetensi bagi staf SMF
yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai, Pendidik,
Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama oleh
Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran
Staf SMF yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai, Pendidik,
Pmmbimbing/Supervosir Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa
Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari
Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan SK
Terdapat SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS sebagai Staf
MF yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di
RS bagi semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam
pendidikan Kedokteran di RS tercakup di dalamnya kebijakan
tentang kategori, tanggung jawab, kewenangan, hak dan kewajiban
paruh/purna waktu
Standard 3
Terdapat staf medik fugsional yang ditetapkan oleh Direktur RS
Pendidikan sebagai supevisor klinik dan pembimbing bagi peserta
didik disertai kejelasan tugas, tanggung jawab dan kewenangannya
Terdapat Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS
Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang berperan
menilai kinerja tenaga pendidik pada pembelajaran klinik dengan
kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun
sekali
Terdapat presensi/kehadiran dalam pembelajaran yang dilakukan oleh
tenaga pendidik
Terdapat data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan dibawah
koordinasi Sekretaris bagian RS dan Badan Koordinasi
Pendidikan/Sekretariat Bersama Pendidikan
Standard 4
Terdapat dokumen yang mencantumkn kesepakatan mengenai
penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS
Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta
realisasinya
Adanya sarana, prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan
pendidikan antara lain: ruang pembelajaran, ruang diskusi,
perpustakaan, sistem informasi RS, teknologi informasi, sistem
dokumentasi, skill lab, peralatan phantom dan audiovisual
Tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat dan aman bagi
peserta didik yang memenuhi standar sarana bangunan, prasarana
penunjang dan fasilitas pendukung
Terdapat jumlah dan variasi kasus yang cukup yang sesuai dengan
materi pembelajaran peserta didik
Terdapat sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran
Standard 5
RS harus mempunyai perencanaan yang disusun oleh masing-masing
Bagian/Dept/SMF terkait melalui aktivitas staf medis dalam
penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan
rutin, dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book)
Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun
oleh Kepala bagian/Dept/SMF yang disetujui oleh Direktur RS dan
Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran
Seluruh Bagian/Dept/SMF di RS yang terkait dalam program
pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan,
dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai
tenaga pendidik, dengan menggunakan log book untuk memantau
pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik, serta data
wawancara staf
Standard 5
RS Pendidikan mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur
yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan
mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi,
Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter
Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan
jelas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku
panduan
RS memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk
mencapai tujuan pembelajaran
RS dalam pendidikan dan pelayanannya menggunakan prinsip
pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine)
Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggu sekali
yang ditetapkan oleh Bagian/Dept/SMF
Standard 5
Terdapat program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan, tertulis
dan dibukuan dimana buku program tersebut dimiliki oleh setiap staf
edukatif dan setiap Bagian memiliki minimal satu bagian arsip dan
masukan dalam pelaksanaan kegiatan
Jaminan mutu pelayanan RS termasuk didalamnya keselamatan
pasien harus didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan
Kedokteran, para pendidik dan para peserta didik, yang dinyatakan
dalam perencanaan, monitoring dan evaluasi sistem supervisi
peserta didik
Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang memberikan porsi seimbang
antara clinical reasoning dan pelatihan keterampilan yang berbasis
bukti (evidence based medicine) yang disusun oleh Badan
Koordinasi Pendidikan masing-masing Bagian/Dept/SMF
Terdapat batasan kewenangan, penanganan kasus/prosedur peserta
didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang
disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi
Standard 5
Terdapat kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi
Pendidikan kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran
Terdapat pedoman serta fasilitas mengenai kegiatan penelitian yang
dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik
sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik
Terdapat kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala,
secara tersendiri oleh Bagian/Dept/SMF bersama Badan Koordinasi
Pendidikan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu tahun
Peserta program pendidikan klinik dinilai bersama oleh staf pendidik
RS Pendidikan dan staf Institusi Pendididkan Kedokteran yang
mempunyai kompetensi sebagai penilai secara komprehensif
meliputi ranah Pengetahuan, Psikomotor dan Afektif. Sistem
penilaian peserta didik ditetapkan oleh Bagian/Dept/SMF
MUTU PELAYANAN
RS PENDIDIKAN MENINGKAT
Sebuah rumah sakit yang digunakan untuk
pendidikan dokter akan memperoleh martabat
akademis (academic prestige), karena:
- terjadi telaah dan tanya jawab akademis
(academic inquiry) melalui bedside teaching,
journal reading, clinico-pathological conference,
case presentation, referat, penelitian, dlsb.
- terdapat suasana akademis (academic
atmosphere).
" Management Lessons from
Mayo Clinic: Inside One of the
World's Most Admired Service
Organizations"
Mayo Clinic
• Institusi NOT FOR PROFIT dengan pelayanan
terintegrasi antar spesialis, yang Pertama dan
Terbesar Di Dunia.
• Simbol dari Mayo Clinic adalah Tiga Perisai yg
saling terkait,
– Perisai Terbesar ditengah melambangkan "
Pelayanan Pasien",
– Perisai kecil yg satu melambangkan "Pendidikan
Kedokteran" dan
– Perisai kecil ketiga
melambangkan " Penelitian Kedokteran".
Nilai Dasar Mayo Clinic ada dua yg penting,
1. "The Need of The Patient Come First"
dan
2. "Medicine should be practice
as a cooperative science".
Kedua nilai ini yg mendasari seluruh
pelayanan, pendidikan dan penelitian
kedokteran di Mayo Clinic.
"The Need of
The Patient Come First"
1) Desain bangunan yg membuat pasien sakit merasa
mendapat keindahan danharapan ketika memasuki
gedung Mayo Clinic.
2) Mengutamakan pengobatan pasien daripada
kemampuan keuangan pasien,
3) Recruitment dokter dan karyawan terbaik yg mempunyai
value yg sama dgn value Mayo,sehingga seleksi
berjalan lambat tetapi sekali terpilih umumnya akan
bekerja hingga akhir masa pensiun di Mayo.
4) Setiap pasien harus mendapat layanan yg cepat, efisien,
ramah, the best clinical care,baik dari dokter, perawat
dan semua orang yg bekerja di Mayo.
"Medicine should be practice
as a cooperative science"
• Setiap dokter berusaha bekerjasama dgn dokter
spesialis lain agar pasiennya mendapatkan
diagnosa dan pengobatan terbaik,
• Sistem pengobatan pasien yang
terintegrasi, multi-spesialis pada rawat jalan dan
rawat inap merupakan Competitive advantage
mereka.
• Mayo Culture adalah praktek kedokteran yg
terintegrasi secara teamwork.
Three things in particular make Mayo Clinic unique
and superior to all other health facilities:
1) The academic excellence and
professionalism that is evident at every level,
2) The Team Approach to caring for each
patient, with each doctor, nurse and support staff
contributing to the assessment, care and
recovery of each patient.
3 ) The exemplary manner in which they give the
highest priority to the patient-first concept in
action and in attitude".
• " Disini tak ada bintang, yang ada adalah adalah
konstelasi bintang2 dimana setiap
dokter adalah bintang"
• Iklim kerja Mayo Clinic dimana Pasien First,
Teamwork dokter, perawat dan manajemen,
alat2 kedokteran tercanggih, penelitian2
kedokteran yg terbaik, dan pendidikan dokter,
tidak akan ditemukan pada RS dan Fakultas
Kedokteran lain di Amerika.
Integrated Services (Pelayanan Terpadu)
1
2
10
3
9
Pasien
8
4
7
6
5
Seamless Services, Patient Oriented
(Pelayanan Tanpa Jahitan berorientasi Pasien)
1
2
10
3
9
Pasien
4
8
7
6
5
Fly UP